Sepakbola Indonesia Dipastikan Gagal Lolos Semi Final AFF 2018

Published on November 22nd, 2018 | by author

0

Indonesia Dipastikan Gagal Lolos Semi Final AFF 2018

Rakyat Indonesia harus bersabar atas kegagalan yang harus diterima oleh Timnas Indonesia pada piala AFF 2018 ini. Timnas gagal lolos ke fase semi final, bahkan sebelum memainkan laga terakhirnya melawan Filipina.

Sejatinya, Timnas masih berpeluang lolos dengan skenario Thailand menang menghadapi Singapura dan Filipina sementara Indonesia mendapatkan kememangan melawan Filipina di pertandingan terakhir. Sayangnya, Thailand gagal menang karena Filipina berhasil menahan imbang tim tersebut. Dengan hasil ini, maka pertandingan melawan Filipina tidak akan berpengaruh apa pun terhadap timnas.

Prestasi Timnas ini terbilang sangat mengecewakan, bagaimana tidak – 2 tahun sebelumnya, Timnas berhasil sampai ke babak final meskipun harus menelan kekalahan di final.

Kegagalan ini pun membuat suporter Indonesia sangat kecewa dengan PSSI yang menunjuk Bima Sakti sebagai pelatih ditengah persiapan AFF saat baru bergulir.

Sebelumnya, PSSI memang menunjuk Luis Milla sebagai pelatih timnas. Dibawah arahan Luis Milla, Timnas dipandang sudah mulai berkembang. Memang Luis Milla gagal membawa Indonesia saat berlaga di Asian Games 2018 silam, tetapi dengan kemampuannya – Luis Milla dipandang siap menghantar Indonesia menjuarai AFF. Sayangnya, kontrak Luis Milla tak diperpanjang dan menunjuk Bima Sakti untuk menggantikan pelatih asal Spanyol tersebut. Dari sini pula awal kritikan pedas suporter Indonesia terhadap PSSI, apalagi sebelumnya Edy Rahmayadi seakan mengatakan PSSI akan memperpanjang kontrak Luis Milla tetapi pada akhirnya tak terealisasi.

Prestasi menurun salah siapa?

Yang menjadi pertanyaan saat ini tentu, siapa yang paling bertanggung jawab dengan turun drastisnya prestasi Timnas ini? apakah pemain? pelatih? atau PSSI dan jajarannya?

Well, untuk menjawab pertanyaan ini memang cukup sulit. Meski begitu, rangkap jabatan Edy Rahmayadi sebagai Ketum PSSI dan Gubernur Sumatera Utara tentu menjadi salah satu hal yang tidak boleh dibiarkan terus berjalan. Rangkap jabatan sendiri sebenarnya adalah hal yang dilarang, tetapi hingga kini Ketum PSSI tersebut tidak mau ambil pusing dengan kritikan rangkap jabatan ini.

Menunjuk Bima Sakti ditengah persiapan event besar menjadi blunder besar sehingga mengorbankan prestasi Timnas Indonesia. Bagaimana pun, Bima Sakti bukan seorang pelatih yang telah memiliki pengalaman seperti halnya Luis Milla, wajar jika Indonesia terpuruk.

Jadi, sampai kapan sepakbola Indonesia akan terus begini bahkan semakin mundur dalam hal prestasi?

Tags: , ,


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑
  • Categories