Asian Para Games Ini Alasan Tidak Boleh Menggunakan Hijab di Pertandingan Judo

Published on October 10th, 2018 | by author

0

Ini Alasan Tidak Boleh Menggunakan Hijab di Pertandingan Judo

Pada pertandingan salah satu Cabor(cabang olahraga) Asian Para Games 2018, Judo, perwakilan Indonesia Miftahul Jannah harus didiskualifikasi dari pertandingan akibat insiden hijab. Insiden ini bermula saat Jannah yang akan memasuki matras dimintai oleh wasit untuk membuka hijab-nya, tetapi Jannah bersikeras tidak mau membukanya karena prinsip agama yang dianutnya. Karena tindakan ini, Jannah akhirnya tidak dapat melanjutkan pertandingan dan didiskualifikasi.

Insiden ini pun membuat kontroversi di Indonesia. Tak sedikit orang yang merasa kecewa dengan keputusan diskualifikasi terhadap Jannah yang tidak mau melepas hijab karena alasan agam tersebut. Pro dan kontra pun terjadi di internet oleh warganet.

Sebenarnya, apakah tindakan untuk diskualifikasi Jannah di Asian Para Games 2018 Cabaor Judo, merupakan tindakan diskriminasi? jawabannya adalah tidak! Mari kita simak alasan mengapa pihak wasita meminta Jannah melepas hijab dan alasan mengapa ia harus didiskualifikasi dari pertandingan.

Alasan hijab dilarang digunakan saat pertandingan Judo

Insiden Jannah yang diminta pelepasan hijab untuk event olahraga internasional Cabor Judo bukan merupakan hal pertama. Kasus pertama datang saat Olimpiade tahun 2012 silam, dimana perwakilan Arab Saudi, Wojdan Shaherkani menjadi atlet Judo yang mengenakan hijab. Namun, karena alasan keselamtan, maka pihak wasit meminta Wojdan melepas hijab-nya, ia pun akhirnya menggunakan penutup kepala yang bisa digunakan untuk bertanding Judo.

Aturan tidak boleh mengenakan hijab sendiri datang dari IJF (Federasi Internasional Judo) karena alasan keamanan. Keamanan yang dimaksud adalah, saat bertanding kedua atlet akan saling mencengkeram dan memiting leher dan karena ini pula hijab bisa berbahaya.

Miftahul Jannah sendiri mengaku memang sudah mengetahui peraturan ini dari Sense-nya. Kendati sudah mengetahui tentang aturan tersebut, Jannah bersikeras untuk tetap menggunakan hijab-nya dan ingin membuat gebrakan.

Jannah sendiri mengakui resiko yang bisa ia terima lantaran melanggar aturan dari IJF. Meskipun begitu, aturan tetap aturan tetapi ia juga memiliki prinsip berdasarkan apa yang ia percayai. Tindakan tersebut pun membuat Jannah mendapat konsekuensi didiskualifikasi dari pertandingan tersebut.

Kini, tindakan Jannah menauai reaksi yang berbeda-beda, khususnya karena ia telah mengakui mengetahui tentang peraturan IJF tersebut. Kalau menurut kamu bagaimana?

Tags:


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑
  • Categories