Bola Internasional no image

Published on December 28th, 2021 | by author

0

Negara Peserta Piala Dunia 2022 Protes Pelanggaran HAM Qatar

Ajang Piala Dunia selalu dinanti-nantikan oleh penggemar sepakbola dari seluruh dunia. Gelaran empat tahunan ini akan kembali diselenggarakan tahun depan di Qatar.

Piala Dunia 2022 memiliki keunikan sendiri. Jika biasanya ajang ini diadakan pada musim panas, kali ini putaran final Piala Dunia akan berlangsung di musim dingin, tepatnya mulai 21 November sampai 18 Desember 2022. Selain itu, ini adalah kali pertama turnamen akbar tersebut diselenggarakan di negara timur tengah.

Terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah dibumbui banyak kontroversi. Salah satunya adalah mengenai pelanggaran HAM terhadap para pekerja venue Piala Dunia 2022. 

Demi mempersiapkan venue dengan sebaik mungkin, rupanya Qatar mendatangkan para pekerja imigran dari India, Bangladesh, Nepal, Sri Lanka, dan Pakistan. Qatar memang fokus pada pengerjaan venue untuk Piala Dunia 2022 selama 10 tahun terakhir ini. Pembangunan tersebut terdiri dari tujuh stadion baru, serta infrastruktur seperti bandara, jalan, hotel, transportasi publik, dan sebuah kota baru.

Pembangunan yang begitu banyak dan ngebut ini disinyalir telah menyebabkan banyak pekerja meninggal dunia. Berdasarkan laporan yang disusun The Guardian pada 23 Februari 2021 lalu, disebutkan lebih dari 6.500 pekerja imigran yang meninggal selama proses pembangunan venue piala dunia 2022 tersebut. Mereka menemukan bahwa suhu ekstrim ketika musim panas di Qatar dan kondisi kerja yang berat kemungkinan berperan besar dalam kematian para pekerja. Qatar dianggap tidak memperhatikan keselamatan pekerja hingga menyebabkan kematian. Qatar juga dikabarkan telah melakukan eksploitasi terhadap buruh, serta mengontrak para pekerja migran dengan sederet perjanjian kerja yang memberatkan.

Isu pelanggaran HAM ini juga sampai ke telinga para peserta Piala Dunia 2022. Timnas Jerman sempat melakukan protes keras kepada Qatar terkait hal ini. Pada sesi foto sebelum kick-off di laga pembuka Kualifikasi Zona Eropa, 26 Maret 2021 lalu, timnas Jerman mengenakan jersey hitam dengan satu huruf yang tertulis di masing-masing pemainnya membentuk kalimat “Human Rights”. 

Tak hanya Jerman, timnas lain pun melakukan aksi serupa. Sebelum Jerman, pada 24 Maret 2021, timnas Norwegia mengenakan kaus dengan tulisan “HUMAN RIGHTS – On and off the pitch”. Langkah ini juga diikuti oleh timnas Belanda.

Meski demikian, FIFA melalui salah satu juru bicaranya mengeluarkan pernyataan bahwa kecelakaan yang terjadi selama pembangunan venue Piala Dunia di Qatar memiliki frekuensi yang lebih rendah dibandingkan dengan proses pembangunan di negara-negara lain dalam ajang yang berbeda. 

Sementara itu pihak Qatar menyatakan bahwa sejak pembangunan venue Piala Dunia yang dimulai pada 2014, hanya ada 3 kecelakaan kerja yang terjadi. Serta ada 35 kematian yang tidak terkait dengan pembangunan venue. Melalui Supreme Committee for Delivery and Legacy (SC), yakni badan yang bertanggung jawab terhadap pembangunan venue Piala Dunia 2022, Qatar memastikan hal tersebut sudah diselidiki serta berjanji untuk mencegah agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Timnas Denmark yang kini telah dipastikan lolos ke Piala Dunia 2022 rupanya juga akan membawa isu pelanggaran HAM tersebut ketika tampil di Piala Dunia nanti dengan mengenakan jersey khusus yang bertuliskan pesan-pesan HAM dan ditujukan kepada Qatar. Tak sampai di situ, Denmark juga akan lebih selektif dalam memilih fasilitas penginapan serta layanan lainnya selama di Qatar, yang mana perusahaannya menghormati hak-hak pekerja.

Sementara itu, timnas Inggris yang juga telah lolos ke putaran final Piala Dunia 2022 mendapat seruan untuk mundur dari ajang tersebut. Para pesepak bola dianggap mampu turut serta memprotes pelanggaran HAM di Qatar dengan cara memboikot Piala Dunia dan tidak tampil.


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑
  • Categories